Ganti Baground

Gerhana Bulan Total, 16 Juni 2011

Posted by Unknown 16.35, under | No comments

Pada tanggal 16 Juni 2011 dinihari waktu Indonesia barat, saat bulan purnama, akan terjadi gerhana bulan total. Gerhana ini akan dapat dilihat secara penuh di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Sisanya di Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, tidak mengalami seluruh fase gerhana, namun tetap fase total gerhana dapat diamati.


Visibilitas gerhana bulan total 16 Juni 2011 untuk berbagai wilayah d dunia. Di bagian yang gelap, gerhana tak terlihat.
Intinya, di seluruh Indonesia gerhana bulan ini dapat dinikmati.

Sedikit penjelasan astronomis, gerhana bulan terjadi saat bulan masuk ke dalam bayangan bumi. Bayangan ini disebut ada 2 macam, umbra dan penumbra. Umbra adalah bayangan utama yang gelap, sementara penumbra merupakan semacam semi-bayangan. Lebih terang daripada umbra.

Dalam kasus gerhana bulan kali ini, piringan bulan akan melintasi titik pusat umbra bumi. Karena itu gerhana kali ini disebut gerhana pusat atau gerhana sentral.

Time Line
Gerhana akan dimulai pada pukul 00:23:05 WIB (17:23:05 UT), ditandai dengan mulai masuknya piringan bulan ke penumbra (P1). Saat bulan berada di penumbra, tingkat kecerlangan bulan akan berkurang sedikit. Walau demikian, biasanya perubahan kecerlangan seperti ini kurang terpantau oleh manusia, dan bulan masih terlihat biasa-biasa saja.

Situasi tentunya akan berubah ketika puncak gerhana dimulai, yakni ketika piringan bulan mulai masuk ke dalam umbra (U1), pada pukul 01:22:37 WIB. Perlahan, bulan yang tadinya bulat penuh mulai menggelap dari pinggirannya. Mirip seperti roti bundar yang sudah digigit.

Spoiler for geometri

Geometri gerhana bulan total 16 Juni 2011. Sumber: Wikipedia

Dan ketika seluruh piringan bulan sudah berada di dalam umbra (U2), sang bulan akan terlihat gelap kemerahan. Puncak gerhana akan berakhir begitu bulan mulai keluar dari umbra (U3). Seluruh bulan berada di dalam umbra mulai jam 02:22:11 WIB dan berakhir pada 04:03:02 WIB.

Gerhana sepenuhnya berakhir ketika bulan sudah keluar dari penumbra pukul 06:02:15 WIB.

Kenapa Bulan Merah?
Pada saat gerhana bulan total sedang di puncaknya, bulan akan terlihat gelap kemerahan. Sebabnya adalah … masih ada cahaya dari matahari yang sampai ke bulan. Kok bisa? Mari bicara tentang fisika sejenak.



Bulan saat GBT 21 Desember 2010, dipotret dari California, USA. Sumber: Wikipedia

Cahaya matahari akan mengalami refraksi (pembiasan) ketika ia melewati atmosfer. Bumi kita bulat dan diselubungi oleh atmosfer. Karenanya, meskipun bulan ada di belakang bumi dan terhalang, ia tetap bisa menerima cahaya matahari karena atmosfer bumi membelokkan cahaya matahari tersebut.

Nah, satu lagi, atmosfer bumi itu menyebabkan terjadinya penghamburan (scattering) cahaya berpanjang gelombang kecil, seperti cahaya warna biru. Hamburan ini disebut hamburan Rayleight (Rayleigh scattering). Cahaya matahari adalah cahaya multi-warna atau multi-panjang gelombang. Karena yang panjang gelombangnya kecil sudah terhambur, tersisa yang panjang gelombang besar saja, terutama cahaya merah, untuk diteruskan.


Gambaran bagaimana perilaku optik cahaya pada saat gerhana bulan yang menyebabkan bulan tampak berwarna merah. Sumber: Wikipedia.

So, cahaya yang tadi dibiaskan oleh atmosfer ke bulan adalah cahaya merah. Jadilah pada saat gerhana, bulan terlihat berwarna merah.

Mengamati Gerhana
Tak seperti gerhana matahari, gerhana bulan lebih mudah dan aman diamati. Sebabnya adalah cahaya bulan tidak terlalu kuat. Kalau gerhana matahari, pengamatan harus menggunakan filter agar cahaya matahari tak merusak mata. Untuk gerhana bulan, yang perlu dilakukan hanya mendongak ke langit ke arah dimana bulan berada.

Barangkali kendala terbesar saat mengamati gerhana bulan kali ini adalah waktu. Gerhana ini terjadi pada tanggal 16 Juni dinihari waktu Indonesia. Jadi ya harus siap begadang, atau tidur dulu lalu bangun pada saat gerhana akan terjadi.

Anda yang menyukai fotografi mungkin tak ingin ketinggalan momen ini. Tapi untuk memotret bulan dengan hasil yang bagus, dibutuhkan kamera dengan panjang fokus yang cukup besar agar bulannya terlihat dengan jelas. Jika anda memiliki teleskop, akan lebih mudah: tinggal sambungkan saja kamera anda ke teleskop.

Tips buat yang mau foto-foto, ambillah foto gerhana secara sequential, mulai dari awal sampai akhir. Lalu gabungkan semua foto dalam satu gambar, menunjukkan barisan fase-fase gerhana bulan.


Data Teknis
Seri
Saros = 130
No = 34 (dari 72)
Matahari saat puncak gerhana
R.A. = 05h35m33.6s
Dec. = +23°19’06.1″
Bulan saat puncak gerhana
R.A. = 17h35m32.3s
Dec. = -23°13’51.6″
Durasi
Penumbral = 05h36m12s
Umbral = 03h39m19s
Total = 01h40m13s


Sekian dari ane, semoga bermanfaat.
Ini hanyalah prediksi dari manusia semata, Tuhanlah yang menentukan segalanya yang akan terjadi nanti.

0 komentar:

Posting Komentar

™...Jagan cuma baca doang...™
|-Comment Dong-|

Tags


Blog Archive